by ATSIL...
Jika kamu sebuah rumah
Kamu pernah mengijinkan saya singgah
Menapaki pekarangan
Memasuki teras
Menjamu saya di ruang tamu
Kamu juga berbaik hati
Mengajak saya ke ruang tengah
Sekedar minum soda atau teh bersama
Menikmati sarapan pagi diruang makan
Dan bahkan mengijinkan saya untuk memasuki ruangan lain yang lebih pribadi
Kamu pernah membuat hari-hari saya terasa begitu nyaman.
Namun sepertinya
Tak ada sedikit pun ruang kosong untuk saya menetap di sana
Dan itu seperti sesuatu yang bagi saya tak mungkin dapat terbeli
Maka dari itu
Saya tidak akan menyatakan sesuatu apapun untuk menawarnya
Karena saya tak memiliki cukup hal untuk menukarnya
Dengan apapun yang saya punya
Tidak dengan rekening segala kebaikan
Setumpuk ketulusan
Tidak dengan segudang kesabaran
Bahkan tidak dengan jiwara dan raga saya sekalipun
Saya tidak pernah menyesalinya
Keikhlasan membuat saya merasa cukup kaya
Meski tidak bisa mendapatkan tempat itu
Sebelumnya saya telah salah memahami
Bahwa kasih bukanlah semacam transaksi
Yang ketika seseorang diberi
Ternyata tidak harus ada sesuatu yang kembali
Percaya bahwa kehidupan lain itu ada
Mungkin akan sedikit meredakan ketakutan saya
Jika harus benar-benar kehilangan kamu
Suatu saat nanti
Tuhan itu Maha Baik
Karena itu tidak pernah ada yang salah
Dengan apa yang saya rasakan
Dulu
Ataupun sekarang
Hanya saja
Masa dan tempat rasanya selalu tidak tepat
Saya memutuskan untuk tidak menjadikan hal ini sebagai neraka
Karena itu pasti akan selalu membakar saya
Yang meluluh lantak kan harapan
Sebagai satu-satunya hal yang saya punya
Tanpa sisa
Sekarang saya sadar
Bahwa ternyata kamu sudah lama sekali pergi
Setiap saat saya mencoba berdamai dengan kenyataan itu
Sedikit kebaikan yang pernah kamu beri adalah energi ultra kinetik
Yang selalu menggerakkan detak jantung saya
Seperti detik waktu yang tidak akan pernah berhenti
Meski terkadang getaran itu terasa makin melemah
Membuat nafas terasa begitu berat
Dan itu rasanya amatlah menyakitkan
Tapi tahu kah kamu ?
Bahwa saya adalah orang yang sangat kuat
Jauh lebih kuat dari yang kamu atau siapapun kira
Meski bagi mereka
Saya tak terlihat
Tak pernah bisa tersentuh
Dan bahkan tak terdengar
Terbanglah kemana pun kamu ingin pergi
Bagaikan kupu-kupu
Rentangkan sayapmu yang indah
Saya harap kamu berbahagia di sana
Di mana pun itu
Dan
Jika suatu saat
Kamu ingin kembali
Hati saya akan selalu menjadi rumah mungil yang lapang
Akan selalu ada ruang kosong di sini
Untuk kamu tempati
* ATSIL.. Where ever you are.. It has been 4 years since the first time I read your lovely story... You are truly a good writer... Thanks a lot to let me copy this... *
Tuesday, September 28, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment