Tuesday, September 28, 2010

Di Sini Selalu Ada Tempat

by ATSIL...


Jika kamu sebuah rumah
Kamu pernah mengijinkan saya singgah
Menapaki pekarangan
Memasuki teras
Menjamu saya di ruang tamu

Kamu juga berbaik hati
Mengajak saya ke ruang tengah
Sekedar minum soda atau teh bersama
Menikmati sarapan pagi diruang makan
Dan bahkan mengijinkan saya untuk memasuki ruangan lain yang lebih pribadi

Kamu pernah membuat hari-hari saya terasa begitu nyaman.

Namun sepertinya
Tak ada sedikit pun ruang kosong untuk saya menetap di sana
Dan itu seperti sesuatu yang bagi saya tak mungkin dapat terbeli

Maka dari itu
Saya tidak akan menyatakan sesuatu apapun untuk menawarnya
Karena saya tak memiliki cukup hal untuk menukarnya
Dengan apapun yang saya punya

Tidak dengan rekening segala kebaikan
Setumpuk ketulusan
Tidak dengan segudang kesabaran
Bahkan tidak dengan jiwara dan raga saya sekalipun

Saya tidak pernah menyesalinya
Keikhlasan membuat saya merasa cukup kaya
Meski tidak bisa mendapatkan tempat itu

Sebelumnya saya telah salah memahami
Bahwa kasih bukanlah semacam transaksi
Yang ketika seseorang diberi
Ternyata tidak harus ada sesuatu yang kembali

Percaya bahwa kehidupan lain itu ada
Mungkin akan sedikit meredakan ketakutan saya
Jika harus benar-benar kehilangan kamu
Suatu saat nanti

Tuhan itu Maha Baik
Karena itu tidak pernah ada yang salah
Dengan apa yang saya rasakan
Dulu
Ataupun sekarang
Hanya saja
Masa dan tempat rasanya selalu tidak tepat
Saya memutuskan untuk tidak menjadikan hal ini sebagai neraka
Karena itu pasti akan selalu membakar saya
Yang meluluh lantak kan harapan
Sebagai satu-satunya hal yang saya punya
Tanpa sisa

Sekarang saya sadar
Bahwa ternyata kamu sudah lama sekali pergi
Setiap saat saya mencoba berdamai dengan kenyataan itu
Sedikit kebaikan yang pernah kamu beri adalah energi ultra kinetik
Yang selalu menggerakkan detak jantung saya
Seperti detik waktu yang tidak akan pernah berhenti
Meski terkadang getaran itu terasa makin melemah
Membuat nafas terasa begitu berat
Dan itu rasanya amatlah menyakitkan

Tapi tahu kah kamu ?
Bahwa saya adalah orang yang sangat kuat
Jauh lebih kuat dari yang kamu atau siapapun kira
Meski bagi mereka
Saya tak terlihat
Tak pernah bisa tersentuh
Dan bahkan tak terdengar

Terbanglah kemana pun kamu ingin pergi
Bagaikan kupu-kupu
Rentangkan sayapmu yang indah
Saya harap kamu berbahagia di sana
Di mana pun itu
Dan
Jika suatu saat
Kamu ingin kembali
Hati saya akan selalu menjadi rumah mungil yang lapang
Akan selalu ada ruang kosong di sini
Untuk kamu tempati


* ATSIL.. Where ever you are.. It has been 4 years since the first time I read your lovely story... You are truly a good writer... Thanks a lot to let me copy this... *

Ctrl Alt Del

This blog is open to invited readers only


It doesn't look like you have been invited to read this blog.
If you think this is a mistake, you might want to contact the blog author and request an invitation.

A shocking moment of my life...
Obviously... I"ve been put in Recycle Bin...
Ready to destroy...
Ready to erase...

I am in the path of CTRL ALT DEL...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...

A Care Factor Zero Path.

Monday, September 27, 2010

The Truth about Someone and Somebody

Something moved me...
A day teach me a lesson...
A lesson of their days...

Somebody can not go to A house...
A house without feeling the pain..
The pain of imagining somebody raising A family there... together...
It is a beautiful...
But very painful idea...
Because it can never happen...
It would have been as close as any two people have ever come to perfect...
Letting somebody go was the hardest thing somebody ever done...
But somebody were never be someone's...
And there was no other choice...
Someone won't find anyone like somebody...
Somebody just take what comes...
Somebody feels so sorry for the pain somebody's caused someone in the past...
Somebody believed it was necessary and for the best...
Someone are the love of somebody's life...
But somebody's guess it was meant to be for a different life...

Someone knows...
Someone can see from somebody's eyes...
But, it was better for someone to let somebody express it and keep it in silence...
Someone will deeply in trouble handling someone's self tonight...
Well... That tears are for both of them...
For the love of their life...

Someone not so canggih to write...
All someone's know is someone love somebody so much...
Somebody completes someone...
There's no day someone spend without somebody in someone's mind...
All someone can say, someone thank to God for let someone have somebody in someone's life...
Someone thank to somebody for let someone be part of somebody's life...
Someone loves somebody with all someone's heart...
Do not worry for hurting it since someone have huge heart for somebody...
Anyway...
Somebody's never hurt someone...
Somebody's only know how to love someone with somebody's extraordinary style...
Someone knows that...
Someone can feel somebody's love...

Somebody losing it - can't stop crying... :) bego

Friday, July 2, 2010

Sekolah itu bukan Bengkel...

Sebagai orang yang lahir, besar, belajar ngomong, belajar baca, belajar jalan, sekolah, makan, minum, kerja, pacaran ampeeee beranak pinak di Jakarta, pastilah gue pake Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.
Kalau boleh mengambil pendapat Pak Yus Badudu yang pada jaman gue kecil sangat amat dikenal dengan "EYD"nya, bahasa Ibu adalah Bahasa Indonesia.
Walaupun bahasa sehari2 gue bukan bahasa yang baik dan benar alias ngacooo ...
Seperti gaya bahasa gue nulispun bukan bahasa yang baik dan benar...
Lebih pada arah bahasa yang nyaman dan dapat dengan mudah dimengerti oleh gue ndiri atawa bagi yang mbaca...
Supaya jauh dari kesan berat, ngeguruin ama serius, tapi tetep bisa dimengerti maksud tujuannya.... Jiiiaaahhh... Maksud tujuan... Kayak sekripsi aje yee....

Tapiiiiii...
Kalo disuruh nulis yang bener dan baik juga bisa seeehhh... Cuman aja kaku dan banyakan mikirnya sampe ide nulis keburu kabur saking lamanya milih kata2...

Tapiiii...
Bukan itu juga yang mau gue bahas sekarang....

Gue mau bahas betapa gue ngakak terus bengong ampe lupa tujuan semula saking kagetnya denger pertanyaan kocak tapi nelongso.

Hari ini gue nonton film yang judulnya "Tanah Air Beta"...
Kali udah setengah jam tu film main ada kasak kusuk sebelah gue ngedeketin mulutnya ke kuping gue... " Ma.. Mana Beta-nya? Kok ga muncul2 sih ?"
Haaaahhhh ????? Astagaaaaaaaa !!!!!!!
Dari ketawa-wa-wa-wa-wa... Sampe bengong-ngong-ngong-ngong dan akhirnya gue dieeeeemmmm......
Kok bisa sih dia ga tau apa itu artinya Beta ?????
Dia gak tau kalo Beta disini bukan nama seseorang tapi Beta dalam arti "Aku"..
Astagaaaa !!! Apa ya ga diajarin di sekolah ?????
Perasaan selama ini ulangan Bahasa Indonesia bagus2 terus walau ga sebagus Bahasa Inggris...

Abis itu gue udah ga konsen nonton tu film, walau tetep nangis pas terakhir ada lagu Kasih Ibu Kepada Beta ama lagu Indonesia Pusaka...

Gue berpikir keras... *ampe jidat bekerut ala umur gocapan*
Apa ini salah gue yaaaa ???
Ga ngajarin anak berbahasa Ibu yang baik dan benar ???
Apa ini kelalaian guru ???
Apa udah jadi kelalaian masyarakat ???
*naaahhh... mulai buang bodi nih gueee..."

Gue inget2...
Flash back kalo kata Ms. Rina Noor Ubay ama Mr. Anton Hilman...
*ga penting banget ditulis semuuuaaahh...*

Anak gue ini fasih sekali berbahasa Inggris, kalo sekarang 11 12 ama Cinta Laura deh...
( halaaaaaahhhh !!! ga penting banget dibahas )
Semua ini mungkin berawal dari maksud baik gue ( yang ternyata berujung kekacauan bahasa )
Pan dulunya belom punya duit yaaa...
Pan pengen ngelesin anaknya bahasa Inggris supaya bisa berbahasa international itu dengan baik dan jadi pandai bin pintar....
Pan ternyata les bahasa inggeris itu mahal pan yak...
Pan belom punya duwit ama mobil buat anter2 anak les yak...
Jadeee... Gue yang turun tangan ngajarin sendiri si Bocah...
Dengan segala kemampuan yg gue punya, bertahun2, bisa lah si bocah berbahasa inggris mulai dari usia 3 tahun...
Walhasil...
Bocah ga tau hurup "W"[we]... Dia taunya "W" [double u]...
Ga tau juga ama "i" [ie] tapi taunya "i" [ai]...
Sampe pernah ga mau sekolah karena Bu Guru ga pinter sama hurup2 katanya...
Jiiiiiiiaaahhh..... * sambil nepok jidat kenceng*

Sekarang gue kudu nepok jidat lebih kenceng lageee neeehhh....

Anak gue ga tau apa arti Beta ?
Emang sih baru lulus SD... Tapppiiiiii....
Oooooohhhh....

Pulang dari nonton mulailah bertanya2 bin selidik...
Apa bahasa Jawa untuk aku ? Bahasa Padang ? Bahasa Betawi ? Bahasa Sunda ?
Dia hanya tau bahasa Betawi... " Aye kan, Ma ? Kayak yang di Abang None ?"
Pas tadi di film ada lagu Indonesia Pusaka aja dia ga ngerti....
Lagu Kasih Ibu Kepada Beta juga bengong...
Sementara gue udah bercucuran air mata terharu biru... *dasar cengeng juga seeeeh...*
Coba kalo gue pasangin lagu Justin Bieber, pasti kencengan dia nyanyinya dr soundtrack pelemnya.... *nepok jidat lagi... merah2 deh...*

Sepanjang jalan pulang ke rumah, gue ajarin dia tentang Aku dalam berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia...
Ga banyak2 yg gue ajarin scara kapasitas anak harus juga gue pertimbangkan...

Gue dieeeeemm aja sampe rumah....
Mikir...
Apa yang harusnya gue buat supaya dia lebih mengenal dan mencintai negaranya ?
Kok bisa gue ini punya rasa nasionalisme yg cukup tinggi ? Paling ga... Seumuran gue gini pastilah punya rasa ke-Indonesia-an yang cukup pekat....
Kenapa ya ??

Gampang sekali jawabannya....

Jaman dulu, TV hanya ada 1 stasiun...
Diawal ama di akhir acara pasti lagi tentang Indonesia...
Acara pengetahuan ? Indonesia...
Dari Desa Ke Desa...
Acara musik ? Indonesia...
Aneka Ria Safari lah... Kolintang lah... Angklung lah... Ampe Sasando pun maen di TV...
Acara kuis ? Indonesia...
Berpacu Dalam Melodi... Siapa Dia ?... Gita Remaja...
Acara keagamaan ? Agama yang ada di Indonesia...
Budha, Hindu, Islam, Kristen...
* sampe hafal kan kalo ucapan salam di berbagai agama itu apa aja*
Acara kepahlawanan ? Indonesia abiiisss...
Serangan Fajar, G30SPKI, Janur Kuning... Sampe apal rasanya tiap tahun nonton itu...

Ternyata...
Salah satu hasil penjejalan itu lah kita bisa menghayati ( walau setengah mau muntah saking bosennyaaaa ) apa dan bagaimana negeri kita ini...
Mungkin juga... Kita dulu masih punya Eyang / Kakek yang bisa bercerita ( pake berkaca2 saking menghayati ) tentang perjuangan para pahlawan mendapatkan kemerdekaan...
Yang pasti... Dulu di sekolah kita lagu wajib itu bener2 wajib...
Bukan kayak sekarang... Lagu wajib sekedar nama belaka... Tetep aja anak2 maju satu-satu ke depan kelas nyanyinya lagu Peterpan atawa lagu Justin Timberlake...

Walaupun...
Diajarin sejarah disekolah... Pasti udah...
Diajarin bahasa Indonesia... Udah juga...
Diajarin seni musik dan lagu2 disekolah... Juga udah...
Diajak ke museum... Udah...
Diajak ke TMII... Udah...
Diajak nonton Keong Emas... Juga udaaaahhh...

Tapiiii.... masih ganjel rasanya...
Apa yang lupa gue lupain ?????

Ternyata.....
Yang lupa banyak sekali...

Gue lupa ngajarin betapa besar bangsa Indonesia itu...
Gue lupa ngajarin betapa indah gugusan kepulauan Indonesia itu...
Gue lupa ngajarin lagu2 Indonesia...
Gue lupa menularkan kebanggaan gue tentang Indonesia...
Gue lupa nyanyiin lagu2 masa kecil gue dulu pas mereka mau tidur...
Gue lupa menanamkan bahwa kamu adalah orang Indonesia...

Gue terlalu sibuk menjadikan anak yang siap menyongsong era globalisasi...
Gue terlalu sibuk ngajarin betapa asiknya Michael Jackson itu mengarang lagu buat dunia...
Gue terlalu sibuk ngajarin dia menikmati liburan di Bali padahal Indonesia bukan hanya Bali...
Gue terlalu sibuk membahas di depan anak bahwa Indonesia adalah negeri yang banyak sekali korupsinya, banyak sekali ketidak adilan, banyak sekali kebobrokan...
Gue terlalu sibuk untuk mengajarkan semuanya karena gue berpikir, sekolah lah yang punya kewajiban mengajarkan anak tentang segala sesuatunya yang benar...

Gue lupa...
Sekolah itu bukan bengkel...
Bukan tempat kita bawa barang yang belom baik menjadi lebih baik...
Sekolah itu hanya sarana belajar mengajar hal-hal yang berbau ilmu pengetahuan...
Matematika, Kimia, Fisika tuuuuh di sekolaaahh....

Gue lupa...
Sekolah yang paling utama adalah rumah...
Ajaran dari orang tua...
Contoh dari orang tua...
Orang tua berkewajiban mengajarkan ilmu hidup kepada anak2nya...

Dari orang tua, anak belajar sopan santun...
Dari orang tua, anak belajar berbagi...
Dari orang tua, anak belajar menghormati dan menghargai...
Dari orang tua juga, anak menghargai bangsanya, adat budayanya, bahasanya...

Kita, orang tua, hanya lah manusia biasa...
Punya kekurangan...
Punya kelebihan...

Jadilah orang tua yang bijak dengan mengakui kekurangannya dan berbesar hati memperbaikinya...

Demi masa depan anak kita...
Demi masa depan Indonesia...
Merdeka !!!!!
*sambil mengepalkan tangan kanan diangkat keatas ala Bung Tomo*
**nasionalisme lagi tinggi2nya*


--untuk semua orang tua baik yang punya anak maupun tidak karena masa depan bangsa ada di tangan kita semua--

Tuesday, February 9, 2010

Laki-Laki

Laki-Laki sombong...

Laki-laki sombong salah menempatkan perempuan dalam hidupnya...
Laki-laki sombong menempatkan perempuan sebagai mahluk yang dibuat dari salah satu anggota tubuhnya...
Laki-laki sombong karena hanya dari sepotong tulang dari tubuhnya Tuhan menciptakan perempuan...
Laki-laki sombong beranggapan bahwa dia adalah pemilik dari perempuan yang dimilikinya...
Laki-laki sombong dalam memperlakukan perempuan...

Laki-laki lupa...

Laki-laki lupa bahwa Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuknya untuk dijaga...
Laki-laki lupa bahwa Tuhan menciptakan perempuan untuk menlengkapinya...
Laki-laki lupa bahwa Tuhan tidak pernah memberikan tubuhnya...
Laki-laki lupa bahwa Tuhan hanya meminjamkan tubuhnya...
Laki-laki lupa bahwa Tuhan meminjamkan dengan pertanggungjawaban suatu hari nanti...
Laki-laki lupa bahwa Tuhan akan mempertanyakan perlakuannya kepada apa yang telah Dia pinjamkan...
Laki-laki lupa bahwa perempuan memang dibuat dari tulang rusuknya untuk suatu hari nanti perlakuannya akan dipertanyakan Tuhan...

Laki-laki...

Apakah kau sudah memperlakukan istrimu dengan baik ?
Apakah kau sudah menjaga baik apa yang telah Tuhan pinjamkan kepadamu ?


Laki-laki...

Laki-laki dengan segala keegoisannya...
Laki-laki dengan segala kebaikannya...
Laki-laki...
Kami, perempuan sangat mengerti...
Kau juga manusia...



*buat para Laki-laki yang egois... yang ga egois nyantai aja... ini bukan buat elo kok...*
*buat para perempuan diujung sana yang telah mengalami banyak sekali "penindasan" tak berujung... Hang in there, Gals..."
*KE,QDS,EI,CPH,AR dan banyak lagi teman saya sebagai inspirasi dari cerita ini.. Gals, you are my hero...*

Friday, February 5, 2010

Cinta Monyet

Siapa yang ga pernah ngerasain apa yang disebut Cinta Monyet ???
Kalo pernah...
Berarti masuk pada kasta aaassiiiiikkkk gilaaaaa....
Kalo ga pernah ???
Kasta Kaciiiiaaannn deeehhh luuuuwww....

Cinta monyet bisa dateng sekali... Dua kali... Tiga kali...
Kalo lebih dari itu seeeeh lu gatel ajee jadi ABG... Wakakakak...

Balik ke Cinta Monyet...

Cinta yang paling asik sepertinya ya si cinta jenis binatang itu yaaa...
Mungkin karena ga pake akal yang bener alias hanya pake hati doang...

Semua dirasa indah...
Kayak monyet... Maen di pohon jengkol aja indah...
Semua dirasa manis...
Kayak monyet... Makan pisang setengah mateng aja dirasa manis...
Semua dirasa mudah...
Kayak monyet... Mau tidur dimana aja hayuuuu... Mudah kan...
Semua dirasa asik...
Kayak monyet... Mau itu musik faleees abeeez tetep goyang asik...

Masih inget ga sih gimana deg2annya kalo ketemu si dia di...:
Kantin ?
" Udah makan... Bareng yuk..." Mauuu lemeeeesss.. Terus salah tunjuk... Bilang mau pesen bakso yang ditunjuk tukang siomay...
Perpus ?
" Mau minjem buku apa ? " Mauuu begoooo... Harusnya cari buku sastra karena anak A3 malah ngaku mau minjem buku biologi... Salah jurusaaannn...
Di koperasi ?
" Abis juga bulpennya ? Sama dong..." Mauuu binguuungg... Padahal tadi masuk ke koperasi nemenin temen doang...
Pas upacara ?
" Kamu pusing ga kepanasan gini... Ke PMR aja kalo ga kuat...???
Maaauuuu pengssaaaaannn ajaaa dwweehhh....

Betapa nikmatnya masa-masa itu...

Si Monyet kita itu jadi yang terhebat dimata kita...
Ga pinter-pinter amat jadi terlihat setaraf juara kelas lah...
Ga ganteng-ganteng amat jadi terlihat sekelas sama cover boy...
Ga kaya-kaya amat jadi terlihat selevel anak jendral...
Ga mesra-mesra amat jadi terlihat seperti pujangga...
Semua benar-benar indah... Sumpah indah...

Rasanya...
Hanya dia seorang...
Hanya dia tempat terakhir berlabuh...
Hanya dia yang dapat mengerti kita...
Hanya dia yang kita percaya...
( Musyriiik abiiizz... Percaya tuh ama Tuhan bukan ama pacar... )

Tapi memang itu rasanya Cinta Monyet...

Cinta yang datang tanpa banyak pertimbangan...

Tidak ditimbang bahwa mungkin dia kurang pandai terus ga bisa sekolah yang baik terus ga bisa kerja yang bagus terus ga punya duit deeeh...
Tidak ditimbang bahwa mungkin kegantengan atawa kecantikan hanya karena usia... Coba tuaan dikit... Keriput, membotak, melemah, menjelek...
Tidak ditimbang bahwa mungkin yang kaya bukan Bapak Ibunya tapi Eyang Buyutnya dimana pas dia gede tuh harta udah ga ada bekasnya...
Tidak ditimbang bahwa mungkin kemesraan itu seperti ada udang di balik bakwan... Bahwa itu hanya bersifat sementara bangeeet....

Belum ada pikiran yang panjang akan masa depan yang pastinya menuntut si pelaku cinta monyet itu masih lama kaleee...
Tanpa disadari... Si masa depan di depan mata...
Tanpa disadari... Si tanggungjawab mulai mengeksis di kehidupan...

Walau terasa bodoh...
Walau terasa ajaib...
Walau terasa sesal...
Diakhir masa Cinta Monyet itu...

Kita tetap akan merasa berterima-kasih kepada para monyet itu...

Karena mereka kita bisa merasakan...
Dag-dig-dug-der ketemu pujaan hati
Lemesmesmesmes pas digandeng untuk pertama kalinya...
Pucetcetcetcet pas di cium pipinya untuk pertama kalinya...
( takut hamil... padahal anak IPA yang seharusnya tau cara kerja alat reproduksi... Emang dasar monyet... Wakakakak...)
Keringetantantantan pas harus meluk pinggangnya pas di boncengin motor... (yang mungkin seumur2 ga pernah kita naikin scara prinses getooo...)

Karena mereka kita bisa merasakan...
Patah hati tak terperikan...
Patah semangat tak terelakan...

Tanpa kita sadari...
Cinta Monyet mengajarkan bagaimana kita menghadapi dunia yang biasanya lebih kejam dari hanya sekedar patah hati...

Terima kasih Cinta Monyetku...
Siapapun kamu...
Apapun kamu...
Dimanapun kamu...
Kamu adalah pelajaran pertamaku untuk menghadapi cinta selanjutnya dihidup ini...

I love you my Cinta Monyet...


Untuk Muleke Leka Leku tersayang...
Cinta Monyet ini di tulis untuk kamu...
*terinspirasi lagi Buku Ini Aku Pinjam dari Iwan Fals...*