Monday, February 25, 2008

How Big Is Your Love ?

Kalo Bee Gees bisa nanya “How Deep Is Your Love“
Gue akan nanya “ How Big Is Your Love”
Sama aja sih artinya…
Beda di kata2 doang.... :-)
Jangan dibahas mengenai apa artinya, apa beda kata tersebut dan sebagainya…
Yang dibahas adalah artinya dalam kehidupan kita.
How big is your love tom your parents ?
How big is your love to your partners ?
How big is your love to your friends ?
How big is your love to yourself ?
Hhhmmm…

Baru2 ini aja, hidup memberi gue pelajaran, sekali lagi, tentang apa itu How Big is your Love…

Sering kali kita sulit untuk menggambarkan apa itu cinta.
Cinta itu sesuatu yang hanya bisa di rasa.
Cinta itu sesuatu yang dapat di buktikan dengan prilaku.
Cinta hanya dapat di rasa oleh hati.
Cinta itu luas.
Luas sekali.
Saking luasnya, kadang2 orang kehilangan arah.
Kehilangan pegangan.
Kehilangan makna dari Cinta itu sendiri.
Terbelenggu dengan harapan bahwa Cinta selalu berakhir dengan indah.
Happily ever after kalo kata Cinderella.
Apakah benar bahwa Cinta itu selalu berakhir dengan kebahagian ?
Cinta itu selalu berakhir manis atau tidak tergantung dari mana kita melihatnya dan dari mana kita mau merasakannya.

Cinta yang tidak pernah putus dan terus mengalir didalam aliran darah kita, yang menghidupkan kita, adalah Cinta dari orang tua.
Percaya atau tidak, cinta mereka adalah satu2nya cinta yang tidak menuntut balas dalam bentuk apapun.
Cinta yang tulus, yang tidak ada perhitungan.
Penahkah kita merasa bahwa orang tua kita terlalu menuntut sesuatu yang kita rasa “diluar” batas kemampuan kita ?
Sering pasti.
Tapi pernahkah kita mencoba berpikir lebih jernih, untuk apa tuntutan itu ?
Jarang pasti.
Karena kita terlalu sibuk berkeluh kesah dan terlalu sibuk menahan beban yang kita ciptakan sendiri.
Yang kita sangka adalah maha karya orang tua kita itu.
Jawabannya adalah, segala tuntutan dari mereka hanya diperuntukan untuk diri kita sendiri.
For your own benefit kata Ibu Peri Cinderella.

Udah gila kali kita kalo berpikir bahwa orang tua kita itu berpikir untuk kepentingan mereka.
Ga akan terjadi.
It won’t never cross our parent’s mind. Sekali lagi kata kerabatnya Cinderella :-)
Apapun yang mereka perbuat adalah murni untuk kita.
Hanya kita saja yang sering terlalu sibuk mencari sisi “berat” dari tuntutan itu.
Semakin kita berusaha melihat kejelekan mereka, semakin jauh kita darinya.
Pernahkah kita terlintas bahwa, kebersamaan kita dengan mereka mungkin tidak lama ?
Entah siapa dulu yang meninggalkan hinggar bingar serunya kehidupan ini, tapi pasti waktunya tidak lama.
Pernah pasti deh mikir itu....
Tapi tidak sadar bahwa waktu terus berjalan.
Detik.
Menit.
Jam.
Hari.
Minggu.
Bulan.
Tahun.
Berujung dengan perpisahan untuk selama2nya.
Pernahkah kita berpikir bahwa, kita pusing dengan segala omelan, tuntutan, keluhan mereka ?
Pasti pernah lah ya…
Sampai ada rasa untuk ngecilin suara2 itu, untuk fast forward moment itu…
Karena saking pusingnya kita sama suara2 memekakakan telinga itu.
Tapi….
Mungkin sedikit dari kita yang berusaha menempatkan diri jika suara2 menyebalkanitu hilang…
Sepiiiiii sekali dunia ini….
Percaya atau tidak, kita pasti akan bersujud minta kepada Tuhan untuk menghidupkan kembali suara tidak mengenakkan itu karena ternyata itulah suara terindah dari orang tua kita.
Dari suara2 itu kita berlindung.
Dari suara2 itu kita terlindung.
Cintailah orang tua kita.
Bahagiakanlah mereka.
Buatlah mereka tersenyum.
Selagi kita bisa.
Selagi mereka ada.

Cinta bisa datang dari berbagai arah mata angin.
Cinta dari orang tua adalah pusat dari segala mata angin itu.
Cinta itu bertiup di setiap detik kehidupan kita.
Cinta itu adalah siapa dan apa kita sekarang.

When my sister in Taiwan....

No comments: